Melihat Bali sesungguhnya di Desa Tenganan – Karangasem

Berkali – kali travel ke daerah Karangasem baik itu untuk tujuan kerja ataupun berlibur saya tidak pernah terpikir untuk visit ke Desa Tenganan karena tidak tahu apa yang harus saya lakukan atau hal menarik apa yang tersimpan didesa ini.

Sampai akhirnya saya mulai mencari informasi mengenai Desa Tenganan dan minggu lalu saya bersama seorang temanpun mengisi waktu untuk menjelajah ke Desa Tenganan.

Desa Tenganan salah satu desa tradisional yang tersisa di Bali

Desa Tenganan berada di Kabupaten Karangasem bagian timur Pulau Bali. Sampai saat ini tercatat ada 3 desa tradisional yang masih tersisa di Bali, mereka adalah Desa Tenganan, Desa Trunyan dan Desa Sembiran.  Ketiga desa ini disebut Bali Aga yang berarti bahwa mereka masih hidup dalam pola hidup masyarakat Bali asli, hal ini mencakup budaya, bahasa, mata pencaharian, bangunan tempat mereka tinggal dan adat istiadat murni yang masih diturunkan sampai kegenerasi saat ini.

tenganan bali indonesia travel 18

tenganan bali indonesia travel 7

Mata pencaharian masyarakat Desa Tenganan

Penduduk Desa Tenganan terkenal sebagai penghasil kain tenun, selain itu beragam hasil kerajinan tangan juga banyak diproduksi didesa ini. Sampai saat ini masih banyak penduduk setempat yang mencoba bertahan hidup dengan menjual hasil kerajinan tangan ini, namun saya juga yakin bahwa sebagian besar dari mereka yang keluar dari Desa untuk mencari penghasilan yang lebih baik.

tenganan bali indonesia travel 13

tenganan bali indonesia travel 1

tenganan bali indonesia travel 2

tenganan bali indonesia travel 3

Adat istiadat yang masih dipegang teguh oleh penduduk Desa Tenganan

Sampai saat ini penduduk Desa Tenganan masih memegang teguh adat istiadat yang dibawa oleh nenek moyangnya. Hal ini terlihat jelas dalam beberapa hal seperti berikut ini:

Mencoba melihat nilai kekeluargaan dari bangunan sebagai pusat kehidupan

Untuk masuk ke Desa Tenganan teman traveler harus mendaftar di pos yang sekaligus menjadi pintu masuk kelokasi desa. Kita tidak diwajibkan membayar, namun tidak ada salahnya untuk memberi donasi buat pemeliharaan Desa Tenganan bukan.

tenganan bali indonesia travel 11

Kesan pertama yang timbul dibenak saya ketika melihat melangkah melewati pagar pembatas adalah rasa terisolasi, sepi, tua, rapi dan keteraturan juga panas matahari yang menyengat membuat pandangan menjadi sedikit menyakitkan.

Mungkin rasa terisolasi itu muncul seketika karena melihat pagar pembatas yang mengelilingi desa utama. Bentuk rumah yang sama berjejer rapi sama model, sama ukuran, saling menghadap balai utama yang menjadi tempat berkumpul untuk melaksanakan upacara adat dan sebagainya.

tenganan bali indonesia travel 12

tenganan bali indonesia travel 10

tenganan bali indonesia travel 21

Mungkin sekilas terasa sesak, namun ada nilai kebersamaan yang tidak dapat dipungkiri dari semua perasaan terkungkung yang saya rasakan tersebut. Budaya dan pola hidup berbeda yang saya jalani pastilah yang menyebabkan seluruh perasaan negative ini muncul.

Kembali ke Desa Tenganan, dari struktur bangunan ini saya dapat merasakan kebersamaan yang sangat kuat diantara penduduk didalamnya. Bayangkan dijaman seperti sekarang ini mereka masih memiliki kamar mandi umum yang berfungsi dengan sangat baik sampai saat ini. Selain itu system jual beli barter juga masih sangat umum terjadi dan yang cukup mengesankan adalah peraturan untuk menikahkan anggota keluarga hanya dengan sesama penduduk Desa Tenganan itu sendiri.

tenganan bali indonesia travel 4

tenganan bali indonesia travel 6

Seberapa jauh perubahan di  Desa Tenganan?

Tidak dipungkiri bahwa kemajuan teknologi dan perubahan jaman juga mempengaruhi Desa Tenganan. Ini terlihat dari beberapa bangunan baru yang dibangun, bahan dan warna yang digunakan jelas sudah mengikuti selera masyarakat masa kini, kendaraan dan bahkan mata pencaharian penduduk juga sudah mulai mengalami perubahan. Menurut saya ini adalah suatu hal yang wajar, bagaimanapun hidup akan terus berubah karena tidak ada yang abadi dalam hidup kecuali perubahan itu sendiri.

tenganan bali indonesia travel 8

Indonesia dan Bali dengan predikat sebagai yang paling ramah didunia

Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk paling ramah didunia, lalu dikesempatan lain juga menyebut Bali didalamnya Ubud sebagai kota paling ramah didunia.

Ketika berkeliling dan tiba dibagian paling belakang desa saya bertemu dengan penduduk setempat, saling menyapa dan akhirnya kami mendapat undangan untuk menghadiri acara keluarga yang sedang mereka adakan. Masih menjunjung sekeranjang besar nasi yang panas, Ibu tersebut dengan ramah berbagi cerita tentang desa mereka ini.

tenganan bali indonesia travel 20

Mungkin memang benar bahwa ada beberapa kota di Indonesia yang layak mendapat sebutan sebagai “yang paling ramah” didunia, sejauh ini saya tidak merasa canggung untuk menyapa dan tersenyum pada penduduk di kota Yogyakarta dan Bali. Hal yang sama tidak akan terasa di Jakarta, Surabaya apalagi di kota Medan karena mereka akan menganggap kita sebagai orang aneh.

Salam,

Erbina Barus

Related post read here:

Visa Wisata Jepang – Dijamin Dapat Visa Jepang

Pengalaman Bermalam di Haneda Airport – Travel di Tokyo – Jepang

Wat Yang wajib dikunjungi saat travel di Bangkok Part 1

Travel di Nusa Lembongan surganya diver di Bali

Menyaksikan waterblow di Nusadua Bali

Leave a comment

Filed under Bali, Indonesia, Travel, umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s