Desa Terunyan keunikan lainnya di Bali

Dalam postingan sebelumnya mengenai Desa Tenganann saya telah berbagi informasi mengenai originalitas Bali yang sesungguhnya. Dan kali ini saya akan berbagai informasi lagi mengenai desa asli Bali lainnya yaitu Desa Terunyan. Keunikan Bali yang ada di Desa Terunyan yang juga merupakan salah satu desa dengan penduduk asli Bali atau Bali Aga yang masih memegang teguh tradisi dari leluhurnya saya yakin akan memancing adrenalin teman traveler untuk segera travel ke Bali dan mengeksplore langsung keistimewaan Desa Terunyan ini.

desa terunyan bali travel 2

Lokasi Desa Trunyan

Desa Trunyan berada dikecamatan Kintamani, berdekatan dengan travel destination lainnya seperti Gunung Batur dan Pura Kintamani. Jadi jika teman traveler datang berkunjung ke Desa Terunyan bisa satu paket dengan mengunjungi travel destination lainnya.

mount batur bali travel destination 15

pura besakih bali travel 17

Adat Istiadat penduduk Desa Terunyan

Seperti yang saya tuliskan diatas bahwa Desa Terunyan memiliki keunikan tersendiri yang menjadikannya sebagai salah satu travel destination yang paling diminati oleh para traveler.

Salah satu ciri khas yang dapat anda lihat dari Desa Trunyan adalah tradisi pemakaman tanpa penguburan ataupun pembakaran mayat seperti umumnya di Bali, namun di Desa Trunyan penduduk yang sudah meninggal akan diletakkan disalah satu kompleks pemakaman dan mayat – mayat tersebut akan diletakkan diatas tanah yang dipagari bambu anyam.

Untuk dapat sampai kelokasi pemakaman ini teman traveler harus menyewa perahu dari Desa Terunyan atau menggunakan kapal dari Batur. Waktu itu saya lebih memilih untuk bermotor sampai kedesa paling ujung karena pemandangan sepanjang Danau Batur sangat indah, jadi  sayang jika harus dilewatkan.

desa terunyan bali travel 1

desa terunyan bali travel 4

desa terunyan bali travel 3

Selama dilokasi pemakaman teman traveler akan dibawa berkeliling oleh seorang guide yang akan menjelaskan semua ritual dan tata cara pemakaman di Desa Terunyan. Awalnya saya tidak percaya bahwa mayat – mayat tersebut hanya diletakkan diatas tanah dan tidak berbau sama sekali. Namun setelah melihat sendiri mayat tersebut berjejer didalam pagar bamboo anyam tersebut dan melihat daging yang mulai membusuk, namun tidak mengeluarkan bau busuk sungguh merupakan hal yang menakjubkan.

Ternyata mayat tersebut tidak berbau karena terserap oleh aroma menyan yang berasal dari sebuah pohon besar yang bernama Taru Menyan.

Pemandangan mengerikan lainnya adalah ratusan tengkorak yang berserakan dan sampah peninggalan mayat – mayat tersebut yang menggunung di lokasi pemakaman. Saya menyebut ini mengerikan karena memang ini bukanlah pemandangan yang biasa.

Kelebihan dan kekurangan ibarat dua sisi mata uang yang saling berkaitan

Jika banyak orang menyebut keunikan Desa Terunyan tersebut sebagai kelebihan ataupun kekuatannya dalam menggaet traveler, maka tidak sedikit traveler yang juga mengeluhkan kebiasaan penduduk Desa Terunyan yang justru menjadi kelemahannya dan menghilangkan minat para traveler untuk datang berwisata ke Desa Terunyan.

Salah satunya adalah kebiasaan penduduk Desa Terunyan untuk memaksa setiap traveler membeli barang – barang yang mereka jual dan yang lebih buruk adalah mereka tidak segan mengemis dan memaksa setiap pengunjung untuk memberi uang.

Hal yang sama saya alami dan sungguh tidak nyaman, baik yang tua ataupun yang muda semua bersikap sama. Bahkan saat itu karena saya menyewa perahu jukung untuk kelokasi pemakaman dan memastikan bahwa uang yang saya bayarkan sudah mencakup semua biaya termasuk fee untuk guide dan mereka menyetujuinya. Sungguh disayangkan ketika dalam perjalanan pulang, si guide kembali meminta saya untuk memberi tips dengan nada memaksa dan tentu saja saya dan teman – teman cewek merasa agak takut untuk menolak karena kami berada tepat ditengah danau.

Ini saya anggap seperti bencana, bukan karena nominal yang dikeluarkan namun karena saya merasa tertipu. Sejak awal saya sudah sangat hati – hati karena telah mendengar banyak peringatan dari teman traveler yang sebelumnya datang, namun ternyata saya tidak bisa menghindar ketika waktunya datang hehehe…

Note: maaf untuk photo – photo di lokasi pemakaman tidak dapat saya tampilkan karena saya tidak nyaman dan sudah membuang semua gambarnya. Terlalu menakutkan … !!!

Salam,

Erbina Barus

Related post read here:

Melihat Bali sesungguhnya di Desa Tenganan – Karangasem

Nusa Lembongan Island – surganya traveler di Pulau Bali

Sejarah singkat Pulau Bali – informasi singkat bagi traveler

Candi Borobudur warisan sejarah kelas dunia bagi traveler di Indonesia

 Akihabara salah satu pusat perdagangan elektronik terbesar di jepang

Leave a comment

Filed under Bali, Indonesia, popular, Travel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s